Jumat, 12 Agustus 2011

Gangguan Faal (Fungsi) Hati

Penderita sering memperlihatkan kepada dokter hasil laboratorium yang mencatat adanya gangguan faal hati, kemudian meminta penjelasan dari hasil laboratorium bahkan memohon pengobatan atas gangguan faal hati tersebut.
Sebagai seorang dokter klinis kita tidak boleh lupa bahwa pertanyaan penderita itu sebenarnya mengacu pada diagnosis penyakit saya itu apa sebenarnya! Untuk bisa menjawab pertanyaan tadi dengan jitu, kita harus mengetahui bagaimana riwayat penyakitnya, simptomatologi serta riwayat yang relevan dengan kondisi klinisnya. Riwayat mengkonsumsi obat-obatan, termasuk obat tradisionil, eksposisi dengan zat kimia/makanan juga perlu diperhatikan. Permeriksaan fisik untuk mencari tanda penyakit hati kronis seperti palmar erithema, jaundice, spider nevi dansebagainya sangat membantu dalam menganalisis hasil laboratorium tadi. Harus diingat bahwa kelainan faal hati, dapat juga dijumpai pada penyakit-penyakit lain diluar penyakit hati, misalnya penyakit kelenjar thyroid, payah jantung dan payah ginjal. Karena itu, kita memerlukan pemeriksaan penunjang lainnya sehingga dapat memberikan kesimpulan dari hasil laboratorium tadi.


Faal Hati yang sesungguhnya.

Hati merupakan organ padat yang terbesar yang letaknya di rongga perut bagian kanan atas. Organ ini mempunyai peran yang penting karena merupakan regulator dari semua metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Tempat sintesa dari berbagai komponen protein, pembekuan darah, kolesterol, ureum dan zat-zat lain yang sangat vital. Selain itu, juga merupakan tempat pembentukan dan penyaluran asam empedu serta pusat pendetoksifikasi racun dan penghancuran (degradasi) hormon-hormon steroid seperti estrogen.
Pada jaringan hati, terdapat sel-sel Kupfer, yang sangat penting dalam eliminasi organisme asing baik bakteri maupun virus. Karena itu untuk memperlihatkan adanya gangguan faal hati, terdapat satu deretan tes yang biasanya dibuat untuk menilai faal hati tersebut. Perlu diingat bahwa semua tes kesehatan mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang berlainan, maka interpretasi dari hasil tes sangat dipengaruhi oleh hal-hal tersebut.

Tes Faal Hati      

Karena faal hati dalam tubuh mempunyai multifungsi maka tes faal hatipun beraneka ragam sesuai dengan apa yang hendak kita nilai.
Untuk fungsi sintesis seperti protein, zat pembekuan darah dan lemak biasanya diperiksa albumin, masa protrombin dan cholesterol. Fungsi ekskresi/transportasi, diperiksa bilirubin, alkali fosfatase. ∂-GT. Kerusakan sel hati atau jaringan  hati, diperiksa SGOT(AST), SGPT(ALT). Adanya pertumbuhan sel hati yang muda (karsinoma sel hati), alfa feto protein. Kontak dengan virus hepatitis B yaitu; HBsAg, AntiHBs, HBeAg, anti HBe, Anti HBc, HBVDNA, dan virus hepatitis C yaitu; anti HCV, HCV RNA, genotype HCV.


Secara umum ada 2 macam gangguan faal hati


  1. Peradangan umum atau peradangan khusus di hati yang menimbulkan kerusakan jaringan atau sel hati.
  2. Adanya sumbatan saluran empedu. 


Aneka macam hasil tes faal hati yang terganggu.


Tes faal hati yang terjadi pada infeksi bakterial maupun virus yang sistemik yang bukan virus hepatitis. Penderita semacam ini, biasanya ditandai dengan demam tinggi, myalgia, nausea, asthenia dan sebagainya. Disini faal hati terlihat akan terjadinya peningkatan SGOT, SGPT serta ∂-GT antara 3-5X nilai normal. Albumin dapat sedikit menurun bila infeksi sudah terjadi lama dan bilirubin dapat meningkat sedikit terutama bila infeksi cukup berat.

Tes faal hati pada hepatitis virus akut maupun drug induce hepatitis. Faal hati seperti Bilirubin direct/indirect dapat meningkat biasanya kurang dari 10 mg%, kecuali pada hepatitis kolestatik, bilirubin dapat lebih dari 10 mg%. SGOT, SGPT meningkat lebih dari 5 sampai 20 kali nilai normal. ∂-GT dan alkalifosfatase meningkat 2 sampai 4 kali nilai normal, kecuali pada hepatitis kolestatik dapat lebih tinggi. Albumin/globulin biasanya masih normal kecuali bila terjadi hepatitis fulminan maka rasio albumin globulin dapat terbalik dan masa protrombin dapat memanjang.

Tes faal hati pada sumbatan saluran empedu. Bilirubin direct/indirect dapat tinggi sekali (>20 mg%), terutama bila sumbatan sudah cukup lama. Peningkatan SGOT dan SGPT biasanya tidak terlalu tinggi, sekitar kurang dari 4 kali nilai normal. ∂-GT dan alkalifosfatase meningkat sekali dapat lebih dari 5 kali nilai normal. Kolesterol juga meningkat.

Tes faal hati pada perlemakan hati (fatty liver). Albumin/globulin dan Bilirubin biasanya masih normal. SGOT dan SGPT meningkat sekitar 2 sampai 3 kali nilai normal demikian juga ∂-GT dan alkalifosfatase meningkat sekitar ½ sampai 1 kali dari nilai normal . Kadar triglyserida dan kolesterol juga terlihat meninggi. Kelainan ini sering pada wanita dengan usia muda/pertengahan, gemuk dan biasanya tidak ada keluhan atau mengeluh adanya perasaan tak nyaman pada perut bagian kanan atas. Pada kasus perlemakan hati yang primer maka semua pertanda hepatitis C harus negatif.

Adanya pertanda hepatitis virus dalam darah penderita.

Penderita hepatitis A akut atau baru sembuh dari hepatitis A, ditandai dengan IgM anti HAV yang positif. Sedang IgG anti HAV positif sering ditemukan pada anak atau orang dewasa dari negara berkembang dengan sanitasi lingkungan yang jelek. Ini menandakan penderita pernah terinfeksi virus hepatitis A dimasa lalu. Karena itu prevalensi IgG HAV dapat dipakai sebagai indeks sanitasi lingkungan suatu negara.

Sembuh dari infeksi Hepatitis B, ditandai dengan menghilangnya HBsAg dan timbulnya anti HBs. Sedang IgM Anti HBc pos, berarti baru (recent) terinfeksi dengan hepatitis B.

Hepatitis B yang menahun.

  1. Hepatitis kronis fase replikatip/toleran. Ditandai dengan HBsAg+, HbeAg+, HBVDNA+ ( kuantitatif dapat >105 copy/ml). Tapi Faal hatinya normal.
  2. Hepatitis kronis reaktif aktif (necro-inflamatory stage). Ditandai dengan HBsAg+, HBeAg+, HBVDNA+ (kuantitatif dapat >105 copy/ml). Tapi Faal hati nya Abnormal, terutama SGOT/PT tinggi (>3X nilai normal), albumin/globulin biasanya masih normal, bilirubin dapat menigkat sedikit (< dari 3 mg%)
  3. Hepatitis khronis B mutant. Disini HBsAg+, HBeAg negatif, tetapi anti HBe+,  dan HBV DNA+. Liver fungsinya terganggu. Biasanya penderita ini, mempunyai penyakit hati yang lebih berat.
  4. Hepatitis inaktif/integratif. HBsAg+, Anti HBe+, HBV DNA negatif atau dibawah < 103 copy/ml dan faal hatinya normal.
  5. Sirosis hati B, rasio albumin/globulin terbalik, Bilirubin meningkat (< dari 5 mg%), SGOT> SGPT, biasanya meningkat sekitar 2 s/d 4 kali normal, tapi pada yang sirosis berat SGOT/SGPT dapat normal. HBsAg+, HBeAg/anti HBe  dapat  positif. HBV-DNA seringnya sudah negatif.

Hepatitis C

  1. Sembuh dari hepatitis C, ditandai dengan anti HCV+, HCV-RNA – (negatif), faal hati yang normal.
  2. Hepatitis C kronik, ditandai dengan Anti HCV+, HCV-RNA +,  faal hati sebagian terbesar terganggu, tapi bisa normal pada sebagian kecil penderita.
  3. Sirosis hati C, rasio albumin/globulin terbalik, Bilirubin meningkat( < dari 5mg%), SGOT > SGPT, biasanya meningkat sekitar 2 s/d 4 kali normal, tapi pada yang sirosis berat SGOT/SGPT dapat normal. Anti HCV dan HCV-RNA positif.

Genotype hepatitis.

Pada hepatitis B ada 8 genotipe dan diberi nama abjad A sampai dengan H. Di Indonesia terutama genotipe B dan C. Hepatitis C ada 6 genotipe dan diberi nama angka 1 sampai 6. Dalam satu genotipe ada dibagi lagi menjadi sub-genotipe dan tambahan huruf kecil dari a sampai c. Di Indonesia yang terbanyak adalah genotipe 1b. (> 65%)

Kelainan faal hati yang tidak specific



Hal ini biasanya terjadi pada penderita penyakit hati yang telah mempengaruhi fungsi dari organ lain seperti ginjal, paru jantung dsb. Dalam hal seperti ini, gambaran klinis serta pemeriksaan penunjang seperti USG, CT scan dan ERCP (Endoscopy Retrograde Cholangio Pancreatography) atau bahkan biopsi hati biasanya diperlukan untuk menegakan diagnosisnya.


Hasil laboratorium faal hati yang normal pada penderita penyakit hati yang menahun.




Penderita kronik hepatitis B pada yang fase replikatif, inaktif/integratif sering menunjukan hasil laboratorium yang normal. Juga pada penderita hepatitis C (dengan HCV-RNA+), juga dapat menunjukan tes faal hati yang normal. Pada penderita sirosis hati yang kompensata juga sering mempunyai tes faal hati yang normal. Pada sirosis hati yang sudah lanjut sering kita mendapatkan kadar SGPT/SGOT normal, hal ini terjadi karena jumlah sel hati pada sirosis berat sudah sangat kurang sehingga kerusakan sel hati relatif sedikit. Tapi kadar bilirubin akan terlihat meninggi dan perbandingan albumin/globulin akan terbalik. Bila kita cermati lebih teliti maka kadar SGOT akan lebih tinggi SGPT.

Pelaporan hasil petanda hepatitis virus secara kuantitatif dan kualitatif.


1. Hepatitis B.
Pemeriksaan kualitatif selalu lebih sensitif dari pada pemeriksaan kuantitatif. Cara pemeriksaan kuantitiatif hepatitis B dikerjakan dengan bermacam cara dan tiap cara mempunyai sensitivitas tertentu dan juga pelaporannya dapat memakai satuan tertentu. Lihat tabel 5. Hasil kuantitiatif hepatitis B diatas 105 copy/ml dianggap batas untuk diobati.

2. Hepatitis C.
Juga pemeriksaan kualitatif lebih sensitif dari kuantitatif. Ada bermacam cara pemeriksaan kuantiatif HCV dan mempunyai rentang sensitivitas yang berbeda. Hasil kuantitatif dari 1 cara pemeriksaan kuantitatif HCV,  tidak dapat disamakan hasilnya dengan pemeriksaan HCV dengan cara yang lain. Tabel 6

Penyakit yang jarang tapi menunjukan gangguan  faal hati
  • Penyakit thyroid/kelenjar gondok.
  • Penyakit hati auto immune (AIH)
  • Wilson disease
  • Alpha-1-antitrypsisn deficiency
  • Celiac disease
  • Muscle disorders

Sumber : Prof. dr. Suwandhi Widjaja, Sp.PD, Ph.D, Medistra Hospital

Mencegah Bau Tak Sedap pada Ketiak


Bau badan memang identik dengan bau ketiak. Tak heran jika daerah ketiak merupakan daerah yang memerlukan perawatan ekstra. Apalagi secara histologis, ketiak memiliki banyak kelenjar sebasea (kelenjar keringat). Inilah yang menyebabkan ketiak selalu lebih basah dari bagian tubuh lain.
Bicara soal keringat, semua orang sebenarnya sudah mengeluarkannya sejak lahir. Namun pada masa pubertas, kelenjar keringat menjadi semakin aktif dan mulai mengeluarkan zat-zat kimia tertentu. Akibatnya, keringat mengeluarkan bau yang lebih kuat. Dan, bebauan yang khas ini muncul terutama di bawah ketiak.
Produksi keringat yang berlebihan, plus bau badan yang menyengat ini tentu bisa membuat kita menjadi kurang percaya diri. Bagaimana mencegah dan mengatasi masalah keringat dan bau badan? Kathleen M. Cronan, MD, dalam artikelnya Hygiene Basics, memberikan beberapa solusi.

Sering mandi. Cara terbaik, paling aman, dan hemat, untuk membuang bau badan dan menjaga kebersihan tubuh adalah mandi minimal dua kali sehari dengan sabun lembut dan air hangat. Hal ini akan membantu mengeluarkan semua bakteri yang menyebabkan bau.
Jangan lupa membersihkan daerah ketiak karena dari sinilah asal bau badan. Penyebab bau ini tak lain adalah banyaknya bakteri yang berkumpul di area tersebut. Jadi selalu bersihkan ketiak dengan sabun antiseptik setiap kali mandi. Setelah mandi, keringkan dengan handuk, tisu, atau lap kering. Sebaiknya hindari memakai bedak yang wangi karena kemungkinan tidak cocok dengan produksi keringat, dan malah bertambah bau.

Ganti pakaian dalam. Kenakan dan ganti selalu pakaian dalam dan baju yang bersih setiap hari. Pilih pakaian dalam berbahan katun karena efektif menyerap keringat. Menjaga kebersihan tubuh dan pakaian tentu bukan semata-mata hanya mengatasi masalah keringat berlebih dan bau badan yang tidak sedap, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan Anda secara menyeluruh.

Gunakan deodoran. Pilih deodoran yang mengandung antiperspirant karena deodoran jenis ini berfungsi mengeringkan, bahkan menghentikan pengeluaran keringat di bawah ketiak. Deodoran ini bisa berbentuk roll-on, stik, atau krim. Hindari memakai deodoran berbentuk bedak tabur karena selain menyebabkan rasa perih di ketiak, bedak tabur biasanya akan menghitamkan ketiak. Gunakan saja deodoran antiseptik yang mampu membunuh bakteri penyebab bau badan.
Jangan menggunakan deodoran ketika Anda sedang berkeringat. Hal ini akan menyebabkan ketiak semakin terlihat basah. Selain itu juga akan menimbulkan bau yang kurang menyenangkan. Basuh dan keringkan ketiak lebih dulu, baru pakai deodoran. Hati-hati juga dengan deodoran yang mengandung parfum. Jika kandungan parfum tidak cocok dengan kelenjar keringat, bisa terjadi pembusukan, dan ketiak makin bertambah bau.

Gunakan parfum (bila perlu). Parfum digunakan untuk menambah wangi tubuh, dan menutupi bau keringat yang mungkin masih sedikit keluar saat Anda berada di bawah terik matahari. Pilih wewangian sesuai kenyamanan dan selera. Yakinkan untuk tidak terpengaruh merek terkenal, harga yang mahal, apalagi pada iklan yang meyakinkan bahwa mereka tidak akan punya teman atau pacar jika tidak menggunakan produknya.

Rapikan. Jangan biarkan bulu ketiak tumbuh terlalu panjang. Bulu ketiak yang terlalu panjang akan menjadi tempat bersarangnya kuman-kuman penyebab bau badan. Jadi, cukur atau potong lah bulu ketiak secara rutin agar terlihat lebih bersih dan rapi.
Sebaiknya dicukur atau dicabut? Bila dicukur, tumbuhnya bulu akan lebih tajam. Jika dicabut, bulu tumbuh lebih alami, lebih lembut, dan tidak gatal. Namun bila Anda memiliki banyak bulu ketiak, sebaiknya dicukur saja agar tidak menguras tenaga. Cuci ketiak sampai bersih dengan sabun antiseptik. Pastikan juga alat pencukur sudah dicuci dengan alkohol kadar 10 persen. Begitu juga jika memilih mencabut. Pastikan alat dalam keadaan bersih, karena jika kulit terasa sakit berarti terjadi peradangan, dan bekasnya bisa berwarna hitam.

Perhatikan asupan. Hindari mengonsumsi makanan yang pedas dan mengandung banyak bawang putih, bawang bombay, dan bawang merah. Jika dikonsumsi terlalu banyak, ketiga jenis sayuran ini akan merangsang keluarnya banyak keringat yang bisa menyebabkan munculnya bau badan. Jangan pula mengonsumsi makanan yang menimbulkan panas di tubuh, seperti daging kambing.
Jangan lupa konsumsi banyak air putih, agar air yang dikandung oleh tubuh menjadi lebih baik. Hal ini akan menyebabkan keringat lebih encer sehingga tidak bau. Selain air putih, perbanyaklah buah dan sayur yang mengandung air.

Tips Hindari Bau Badan Secara Alami

Aroma tubuh yang wangi tidak hanya baik untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang-orang di sekitar kita. Namun, ada masa-masanya ketika aroma badan Anda menjadi kurang sedap. Misalnya karena pengaruh keringat atau cuaca yang terlalu panas. Menyemprotkan parfum pun kadang tidak dapat membantu banyak. Coba lakukan lima hal ini untuk mengurangi bau badan:

1. Pakai "deodoran" alami
Rendam bola kapas di dalam alkohol lalu jepitlah di ketiak selama beberapa menit untuk mengurangi bau badan yang disebabkan oleh bakteri. Anda juga bisa merendamnya dengan tea tree oil, yang bisa membuat ketiak Anda tetap kering, terhindar dari bakteri dan bau.

2. Makan sayuran
Sayuran berwarna hijau tua seperti bayam misalnya, kaya akan klorofil, yang juga memiliki efek seperti deodoran alami untuk tubuh. Jadi, jangan malas makan sayuran, ya!

3. Pilih baju dengan serat alami
Baju dengan bahan katun membuat kulit Anda lebih dapat bernafas sekaligus terhindar dari bau badan. Hindari pakaian dengan bahan sintetis, seperti nylon atau lycra, yang tidak dapat menyerap keringat sehingga menyebabkan bau badan.

4. Hindari "bau matahari"
Beraktivitas di bawah sinar matahari yang panas akan membuat tubuh menjadi lebih panas dan berkeringat. Tidak heran akhirnya ada istilah "bau matahari", yang menggambarkan aroma yang berasal dari tubuh yang habis berjemur.

5. Pakai antiperspirant di waktu yang tepat
Oleskan di area ketiak di saat kondisi kulit sedikit lembab dan basah, seperti misalnya setelah mandi. Ini akan membuat bahan aktifnya bisa menyerap masuk ke dalam dengan lebih cepat.

Sumber: Kompas

Lawan Keriput dengan Bayam dan Keju

Penipisan kolagen pada kulit bisa dihambat sejak awal dengan mengonsumsi suplemen kolagen. Meskipun suplemen kolagen umumnya terbuat dari bahan makanan sehingga aman digunakan, akan lebih baik jika Anda mengonsumsi makanan sehat yang alami untuk melawan keriput.
Beberapa pakar dermatologi dan pakar gizi membeberkan sejumlah makanan yang mampu membantu kulit memproduksi lebih banyak kolagen. Konsumsilah bahan-bahan makanan ini agar keriput perlahan berkurang.

Tahu dan kedelai
Menopause, dan penurunan kadar hormon oestrogen, sering disebut sebagai penyebab berkurangnya kadar kolagen. Penelitian menunjukkan, sebanyak 30 persen dari satu tipe tertentu kolagen kulit akan menghilang dalam lima tahun pertama setelah menopause.

Nah, kedelai mengandung senyawa yang disebutphytoestrogen, yang memiliki efek sama pada tubuh seperti oestrogen. Jadi, jika kulit Anda mulai menampakkan garis-garis halus, coba konsumsi bahan makanan yang mengandung kedelai untuk membantu mendorong kulit memproduksi kolagen.

Bayam
Sayuran hijau seperti bayam, seledri air, kale, dan kubis kaya akan antioksidan yang disebut lutein. Antioksidan penting untuk memelihara kadar kolagen karena senyawa ini diperkirakan mampu menetralisasi radikal bebas. Radikal bebas adalah senyawa kimia mudah menguap yang dihasilkan oleh fungsi-fungsi normal tubuh ataupun sumber-sumber eksternal, seperti sinar ultraviolet dan polusi. Dengan melindungi diri dari radikal bebas, Anda juga dapat melindungi kolagen agar bertahan lebih lama.

Salmon
Salmon, dan jenis ikan berminyak lain seperti makerel, herring, dan sarden, sering dipertimbangkan sebagai makanan super untuk kulit. Ikan-ikan ini memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi, yang membantu memelihara kulit tetap lentur.

Pakar dermatologi Amerika Serikat, Dr Nicholas Perricone, juga mengatakan bahwa ikan berminyak ini mampu mengurangi peradangan pada kulit. Ia yakin, peradangan yang mungkin tidak terlihat pada permukaan ini bisa mempercepat angka pemecahan kolagen. Jadi, dengan mengonsumsi salmon dan mencegah peradangan, Anda juga melindungi kolagen.

Keju
Para peneliti belum lama ini membuktikan bahwa keju Cheshire (Cheshire adalah salah satu daerah di Inggris) yang mudah remuk berkhasiat untuk mencegah keriput. Mencampur keju jenis ini dengandouble cream dapat menghasilkan semacam adonan yang, ketika diaplikasikan ke kulit muka, akan memberikan efek lembab pada kulit yang kering dalam waktu 15 menit.

Anda tak perlu heran dengan penemuan ini karena susu telah lama menjadi bahan yang umum digunakan pada produk-produk kecantikan. Susu, yang merupakan bahan dasar keju, memproduksi bahan pengelupas alami yang mampu menutrisi kulit.

Bluberi
Buah-buah beri seperti bluberi dan stroberi kaya akan vitamin C, bahan utama pembuat kolagen. Dalam kasus yang ekstrem, kekurangan vitamin C akan mengakibatkan sariawan dan penyakit gusi lain. Pada saat itu, berkurangnya jaringan konektif akan menyebabkan gigi tanggal, tulang rawan, dan tendon melemah.

Tentu kasus semacam ini jarang terjadi. Namun, mengonsumsi sayur dan buah-buahan yang kaya vitamin C akan memastikan tubuh memproduksi kolagen serta membantu mendukung kadar antioksidan pada tubuh.


Yang perlu dihindari
Gula Saat kulit mengalami penuaan, makanan yang mengandung gula atau makanan bertepung yang memecah untuk membentuk gula harus dimusuhi. Memang ada beberapa sayuran dan buah beri yang mengandung gula alami, tetapi manfaatnya mengalahkan sisi negatifnya. Menurut Dr Perricone dan ahli dermatologi lain, Dr Fredric Brandt, gula memproduksi bahan "pembalas" peradangan dalam kolagen, yang menyebabkan peleburan dan pengerasan helaian kolagen.


Sumber :
The Daily Mail

Serum Darah

Di dalam darah, serum (bahasa Inggris: blood serum) adalah komponen yang bukan berupa sel darah, juga bukan faktor koagulasi; serum adalah plasma darah tanpa fibrinogen, (bahasa Latin: serum)  berarti bagian tetap cair dari susu yang membeku pada proses pembuatan keju.
Serum terdiri dari semua protein (yang tidak digunakan untuk pembekuan darah) termasuk cairan elektrolit, antibodi, antigen, hormon, dan semua substansi exogenous. Rumusan umum yaitu: serum = plasma - fibrinogen - protein faktor koagulasi.
Studi yang mempelajari serum disebut serologi. Serum digunakan dalam berbagai uji diagnostik termasuk untuk menentukan golongan darah.
Serum protein
Serum protein (bahasa Inggris: globular protein, spheroprotein) merupakan salah satu dari tiga jenis protein di dalam tubuh yang terbentuk dari asam amino berupa larutan koloidal di dalam plasma darah. Protein (bahasa Yunani: πρωτεϊνη - proteios) berarti utama (bahasa Inggris: first rank).
Serum protein tidak mengandung fibrin (bukan merupakan fibrous protein) sehingga dapat terlarut. Total serum protein dalam darah sekitar 7,2 - 8 g/dl atau sekitar 7% dari volume darah keseluruhan dengan berbagai kegunaan:
  • Sirkulasi molekul lipida, hormon, vitamin dan zat besi
  • Enzim, komponen komplemen, protease inhibitor dan kinin precursor
  • Regulasi aktivitas, fungsional non seluler dalam sistem kekebalan.
Total serum protein dapat melonjak karena:
infeksi kronis (termasuk tuberkolosis, Adrenal cortical hypofunction , disfungsi hati, Collagen Vascular Disease (Rheumatoid Arthritis, Systemic Lupus, Scleroderma), gejala hipersensitivitas, Sarcoidosis, dehidrasi (diabetic acidosis, chronic diarrhea, dll.), Respiratory distress, Hemolisis,Cryoglobulinemia, Alcoholism, Leukemia
dan menurun antara lain disebabkan oleh:
Malnutrition dan malabsorption (insufficient intake and/or digestion of proteins), Liver disease (insufficient production of proteins), Diare (loss of protein through the GI tract), Severe burns (loss of protein through the skin), Hormone Imbalances that favor breakdown of tissue, Loss through the urine in severe kidney disease (proteinuria), Kehamilan (dilution of protein due to extra fluid held in the vascular system)

         Protein darah                   Kadar normal level/%             Kegunaan

  • Serum albumin               3.5-5.0 g/dl/60%         memelihara tekanan osmosis dan pengusung molekul lain
  • Immunoglobulin            1.0-1.5 g/dl/18%          membentuk sistem kekebalan tubuh 
  • Fibrinogen                     0.2-0.45 g/dl/ 4%        koagulasi darah
  • alfa-1 fetoprotein
  • Protein wewenang            

                                      
Terdapat dua jenis protein yang utama di dalam serum, yaitu albumin dan globulin. Albumin dibuat di dalam hati, merupakan protein yang paling menonjol dan bermuatan negatif yang terkuat guna mengikat molekul kecil untuk diedarkan melalui darah. Albumin juga berguna untuk menjaga tekanan osmosis darah.
Beberapa jenis globulin diproduksi di dalam hati, sementara yang lain diproduksi di dalam sistem kekebalan. Semua jenis serum protein yang lain diproduksi di dalam hati. Arti kata globulin menunjukkan sekelompok protein heterogen dengan berat molekul tertentu yang cukup tinggi, dengan kecepatan terlarut (en:solubility rate) dan laju migrasi elektroforetik (en:electrophoretic migration rate) yang lebih rendah daripada albumin. Rasio normal di dalam darah sekitar 2 hingga 3,5 g/dl.

Elektroforesis protein serum (en:serum protein electrophoresis, SPEP) adalah uji laboratorium untuk menentukan jenis globulin (alfa-1, alfa-2, beta dan gamma) dan albumin. Cara yang digunakan adalah pengambilan serum darah dari bekuan darah, kemudian diletakkan di atas medium yang dibubuhi agarose gel, kemudian dipaparkan ke arus listrik. Protein serum total atau protein plasma total atau protein total adalah hasil uji laboratorium yang mengukur jumlah protein pada plasma darah atau serum darah.

Serum albumin
Serum albumin, sering disebut albumin adalah protein dengan jumlah terbanyak di dalam tubuh. Albumin sangat penting demi memelihara tekanan osmosis untuk distribusi fluida tubuh antara intravascular compartment dan jaringan tubuh. Albumin juga berfungsi sebagai pengusung plasma dengan secara tidak langsung mengikat beberapa hormon steroid hydrophobic dan protein pengusung bagi hemin dan asam lemak dalam sirkulasinya. BSA, fraksi V dari serum albumin berguna untuk meluruhkan beberapa substansi dari sirkulasi darah melalui jaringan hati, antara lain bilirubin, tiroksin, taurolithocholic acid, chenodeoxycholic acid, digitoksin dan juga heme peptida dari cytochrome C. 60% dari protein di dalam plasma darah, jumlah serum yang melebihi batas normal dapat membahayakan manusia. Prealbumin (bahasa Inggris: transthyretin) ditengarai sebagai pengusung hormon tiroksin dari dalam darah menuju ke otak.
Serum globulin
Serum globulin adalah istilah umum yang digunakan untuk protein yang tidak larut, baik di dalam air maupun di dalam larutan garam konsentrasi tinggi, tetapi larut dalam larutan garam konsentrasi sedang. Globulin (bahasa Latin: globulus, bola kecil (bahasa Inggris: small globe)) mempunyai rasio 35% dari protein plasma, berguna untuk sirkulasi ion, hormon dan asam lemak dalam sistem kekebalan. Beberapa jenis globulin mengikat hemoglobin, beberapa yang lain mengusung zat besi, berfungsi untuk melawan infeksi, dan bertindak sebagai faktor koagulasi.
Globulin terdiri dari:
  • lakto globulin
  • tiroglobulin
  • serum globulin, terbagi terbagi menurut laju migrasi elektroforesik menjadi:
    • alfa globulin (protein yang mengusung tiroksin dan retinol/vitamin A).
      • alfa-1 globulin
        • alfa-1 antitripsin (bahasa Inggris: Transcortin, corticosteroid-binding globulin, CBG) disebut juga acute phase reactant atau serpin peptidase inhibitor, clade A (alpha-1 antiproteinase), member 6.
        • alfa-1 antisimotripsin
        • orosomukoid (asam glikoprotein)
        • serum amiloid A
        • alfa-1 lipoprotein (HDL)
      • alfa-2 globulin
        • alfa-2 makro globulin (protease inhibitor)
        • haptoglobin
        • protein C (inhibitor of activated coagulation factors FVIII and FV)
        • seruloplasmin (pengusung zat tembaga)
        • alfa-2 lipoprotein (VLDL)
    • beta globulin
      • beta-1 globulin
        • transferin
        • hemopeksin
        • plasminogen
        • properdin
        • faktor komplemen H
      • beta-2 globulin
        • faktor komplemen C3 dan C4
        • C-reactive protein
        • beta-2 lipoprotein alias LDL
        • beta-2 mikro globulin
        • beberap jenis IgA dan IgM
    • gamma globulin (protein dengan muatan negatif yang terlemah yang berfungsi sebagai antibodi)
      • IgM, IgA, IgG
    • makro globulin
    • transkobalamin
Serum lipoprotein
Serum lipoprotein adalah senyawa biokimiawi yang mengandung protein dan lemak. Lemak atau produk turunannya dapat terikat secara kovalen maupun non kovalen dengan protein. Lipoprotein dapat berbentuk enzim, transporter, protein struktural, antigen, adesin, toksin, high density lipoprotein dan low density lipoprotein yang memungkinkan lemak terusung di dalam darah, dan protein transmembran yang terdapat pada mitokondria (terdapat juga pada kloroplas tanaman), serta lipoprotein bakterial. Lipoprotein di dalam tubuh manusia terbagi menjadi 5 golongan utama:
  • kilomikron (bahasa Inggris: chylomicron)
  • VLDL
  • LDL
  • IDL
  • HDL
Serum wewenang
Serum wewenang (bahasa Inggris: Regulatory protein) yang hanya berjumlah 1% dari protein plasma, terdiri dari enzim, proenzim dan hormon. Riset terakhir mengenai protein plasma darah tertuju pada analisa proteomika dari serum/plasma guna mencari jejak bio (bahasa Inggris: biomarker) yang dimulai semenjak tahun 1970 dengan elektroforesis gel 2 dimensi dan pada akhir-akhir ini dengan spektrometri massa.
Terdapat dua jenis protein wewenang:
  1. protein yang memengaruhi kontraksi otot, misalnya troponin dan tropomiosin, yang mengatur interaksi antara miosin dan aktin. Kalsium merupakan komponen yang krusial pada reaksi ini.
  2. protein tertentu yang mengikat deret wewenang (bahasa Inggris: regulatory sequence) dari DNA, dan berfungsi untuk mengatur ekspresi genetik. Protein ini menggerakkan proses diferensiasi seluler dan morfogenesis menuju pada penciptaan jenis sel yang baru pada makhluk multicellular. Pada tahap ini, jenis sel yang berbeda dapat memiliki profil ekspresi genetik yang berbeda-beda dalam deret genome yang sama.
Sumber: Wikipedia

Atasi Masalah Haid Dengan Temulawak


Jamu dan tanaman obat-obatan lain bisa digunakan sebagai bagian dari metode preventif dari kondisi tubuh yang kurang nyaman. Menurut Prof HM Hembing Wijayakusuma dalam bukunya, Ramuan Lengkap Herbal Taklukkan Penyakit, pengobatan dengan herbal perlu dilakukan secara teratur dan sabar karena tak langsung terasa khasiatnya, tetapi konstruktif. Karena sifatnya itu, herbal tidak dianjurkan sebagai pengobatan utama.
Salah satu keluhan yang paling sering dirasakan wanita adalah masalah haid, seperti nyeri haid dan haid tidak lancar. Untuk mengatasinya, coba lakukan terapi dengan jamu atau tanaman herbal temulawak berikut:
Nyeri haid
Nyeri haid adalah keluhan tersering yang dilontarkan wanita. Untuk mengobati dengan cara alami, coba buat resep Jamu Dilep I (nomor 4) Nyonya Meneer berikut:

Bahan
10 gram temulawak dikeripik 
10 gram kunyit 
10 gram daun mandarin

Cara pembuatan1. Campur seluruh bahan dalam panci berisi 1 liter air, rebus hingga air menjadi setengah liter. 2. Minum tiga kali sehari masing-masing 2 cangkir.

Haid tidak teratur
Darah haid yang sedikit atau tidak lancar dapat disebabkan oleh kurangnya hormon estrogren dan progesteron atau kurang darah (anemia). 
Resep dari Prof HM Hembing Wijayakusuma dalam bukunya, Ramuan Lengkap Herbal Taklukkan Penyakit:


Bahan
30 gram temulawak 
90 gram daun lidah buaya 
Gula aren secukupnya
Asam jawa secukupnya


Cara pembuatan
a. Cuci bersih semua bahan, potong-potong. 
b. Rebus dengan 500 cc air, hingga tersisa 200 cc, lalu saring. Minum airnya secara teratur.

Sumber: Kompas